Friday, 1 May 2015

Proud To Be Volunteer (Asian Africn Conference)



Sebagai warga Indonesia pastinya kita sudah mengetahui bahwa selama beberapa hari kemarin kita telah melakasanakan konferensi asia afrika yang dilaksanakan di Indonesia, lebih tepatnya di kota Jakarta dan Bandung. Banyak sekali rangkaian acara yang diselenggarakan selama acara ini berlangsung. Beberapa minggu sebelum acara ini diselenggarakan, panitia dari acara konferensi asia afrika membuka pendaftaran bagi para relawan yang ingin berpartisipasi dalam acara ini. Kemudian saya mendapat informasi bahwa panitia membuka pendaftaran bagi relawan ini dari teman saya. Saya pun tidak ragu lagi untuk mendaftarkan diri saya. Akhirnya kami berduapun diterima menjadi seorang relawan, setelah mendapat telfon dari pihak panitiaa. Kami sangat bangga, bahwa kami akan menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut.
Relawan Divisi Konsumsi (Acara senam 5000 anak di Taman Tegalega)

Setelah mendapat telfon, kami pun mendapat pengarahan-pengarahan yanglebih lanjut bagaimana acara ini berlangsung, dan dibagian mana kita akan bekerja. Saya mendapat bagian di divisi konsumsi dan teman saya mendapat bagian dalam acara senam 5000 anak.

Tentunya sebagai divisi konsumsi, saya bertugas untuk membantu mempersiapkan konsumsi yang diperlukan, baik bagi para peserta ataupun panitia. Saya bertugas selama dua hari yaitu saat ada perayaan pesta rakyat (parade), BHSG (Bandung Historical Study Game) yaitu semacam perlombaan dan sekaligus permainan yang mengasah wawasan kita mengenai sejarahyang berkaitan dengan konferensi asia afrika. Kemudian juga ada acara donor darah dan senam 5000 anak. 
Relwan Divisi Konsumsi (Museum KAA)

Parade

Kerumunan orang saat parade

Saya sangat senang dalam menjalankan tugas ini karena selain mendapatkan pengalaman saya pun dapat berkenalan dengan teman-teman relawan lain yang dapat menambah teman saya. Banyak sekali mahasiswa-mahasiswa seperti saya yang mendaftar menjadi relawan, namun hanya beberapa orang saja yang dapat lolos untuk menjadi seorang relawan seperti saya. Makadari itu saya sangat beruntung sekali diberikan kesempatan seperti ini. Sebagai seorang relawan saya mendapat fasilitas yang tak terduga, yaitu dapat bertemu langsung dengan para saksi hidup saat konferensi asia afrika pertama dicetuskan. Mendengarkan bagaimana saat-saat konferensi dahulu dan pengalaman-pengalaman beliau saat menyaksikan langsung konferensi asia afrika pada tahun 1955. Tidak rugi menjadi seorang relawan. Walaupun kami tidak dibayar, menghabiskan waktu dan tenaga, tetapi ada semacam perasaan bangga dalam diri kami menjadi seorang relawan dalam acara penting seperti ini.

No comments:

Post a Comment